TERJEMAHAN
AL-FATIHAH DALAM BAHASA INGGRIS:
1. In the name (of) Allah, The Most
Gracious, The Most Merciful;
2. Praise be to Allah, The cherisher and
sustainer (of the) worlds;
3. The Most Gracious, The Most Merciful;
4. The Master (of) (the) day of judgment;
5. Thee do we worship, and Thine aid we
seek;
6. Show us the way (which) is straight;
7. (the) way of those Thou has bestowed
grace on them not (of) Those who wrath is (on them) (and) nor of those who go
astray
SANGKURIYANG
Dayang Sumbi keluar dan
rumah dengan suluh ditangan
1. DAYANG SUMBI: Rasa-rasa dalam mimpi
·
bahwa di malam inisedang diciptakan telagabeserta perahunya, dimana
aku akan berlayaran sebagai istri dan anakku sendiri Rasa-rasa dalam mimpi bahwa
tadi aku dipinang anakku dan nanti akan menjadi ibu dari cucuku sendiri Ah,
satu diantara dua : aku atau anakku, itulah yang sebenarnya bermimpi di malam
ini Dan karena kini asal tadi dan bakal nanti, maka siapa yang bermimpi malam
ini, itulah yang besok pagi kesiangan, itulah pemimpi sepanjang jaman
BUJANG MUNCUL 2. DAYANG SUMBI: Bagaimana ? Apa yang nampak di
mata ?
3. BUJANG : Bagai tenaga raksasa yang dicurahkan.
4. DAYANG SUMBI: Bagaimana 5. BUJANG : Bumi gemuruh pohon-pohon pada
tumbangbatu-batu bergulinganmembendung air, Dilanda air Dan siapa yang mengerjakan
haiam tidak kelihatan Tapi yang tidak bisa dipungkin lagi telaga luas akan
segera terbukti 6. DAYANG SUMBI: Dan perahu ? 7. BUJANG : Itupun hampir selesa 8.
DAYANG SUMBI: Kalau begitu, kita tidak boteh lalaiMang Aida Lepa dan
kawan-kawannya, mesti segera diminta datang 9. BUJANG : Baik, Nyai, biar
sekarang juga bibi bangunkan semua BUJANG TURUN 10. DAYANG SUMBI: Riuh gemuruh
dikejauhan, alamat telaga sedang dibangun.Riuh gemuruh di dalam dadaku,karena
hati naik turun
Ah,
hatiku ! hati manusia yang tahu tiada upaya, tapi juga hati seoiang ibu yang
diancam bahaya Sebagai manusia, Ya. Dewata Hatiku turun ke bawah telapak kaki-Mu,
hidmat menyembah kebesaran-Mu, menyerah mengalah kepada kehendak-Mu yang benar
selalu Tapi sebagai ibu, ya, anakku ! Hatiku naik ke atas puncak citamu, keras
menolak keingmanmu, bertindak berontak
menentang kebenaranmu yang tiada benar bagiku
BUJANG MUNCUL DIIRINGI
ARDA LEPA DAN KAWAN-KAWAN
11. ARDA LEPA : Ada apa,
Nyai ? kami dipanggil di malam sepi 12.
DAYANG SUMBI: Mamang, malam ini bukan malam sepi.Malam ini malam yang
serammalam yang berat mengancam
Anakku
Sang Kuriang mulai tadi siang menyatakan pendapatnya yang tidak disangka-sangka
Dia tidak mau percaya bahwa mi bukan ibunya
13. ARDA LEPA : Tapi jika
semua orang sependapat dengan Sang Kunang,apa yang hendak kite katakan,
kawan?Kita semua tidak menyaksikan kapan Sang Kunang dilahirkan, bukan? 14.
BERSAMA : Biar buta I Biar mati! Tak pernah kita mengetahui.
15. DAYANG SUMBI: Memang,
kalau semua orang sependapat dengan Sang Kuriang,itu terserah kepada merekaTapi
bagiku aku adalah ibunya. Kalau aku bukan ibu Sang Kuriang aku tidak akan
menolak dia meminang. Dan mamang sekarang tidak akan diminta datangApakah
mamang setuju anak mengawini ibu ? 16. ARDA LEPA : Anak mengawini ibu ? Yey,
itu tidak lucu 17. BERSAMA : Itu mesti
disapu ! Lebih haram dan jinah !Lebih hewan dari hewan !
18. ARDA LEPA : Kalau
betul Nyai ibu Sang Kunang kalau betul Sang Kuriang meminangSang Kunang mesti
kami buang !Kalau tidak,
kami
semua ikut berjinah Kami menjadi hewan. 19. DAYANG SUMBI: Nantidulu Dengar
dulu!Sebagai ibu yang kasih sayang teRhadapanak, pinangan anakku tidak
terangterangan ditolak, Aku berjanji mau kawin dengan dia, asal besok ban sedia
perahu dan telaga,
Ternyata
sekarang Perahu dan telaga sudah hamper siap Berarti Sang Kuriang akan dapat
memenuhi permintaan ku.
20. ARDA LEPA : Jadi
sekarang Nyai ingin supaya tidak jadi kawin ?supaya peiahu dan telagabesok
tidak bukti ?
21 DAYANG SUMBI: Betul. Karena
itu ku menginginkansupaya kalian membakar hutan,biar apinya bersinar-sinar;menyerupai
sinar fajar, biar anakku Sang Kuriang Melihat siang akan mendatang ! biar
maksudnya diurungkan, lantaran merasa kesiangan
22. ARDA LEPA : Ai, ai,
Nyai ingin Sang Kunang diajak bermam ?Itu lucu !
23. BERSAMA : Tapi apa
mungkin ? Sang Kuriang lain dan yang lain 24. DAYANG SUMBI: Sang Kuriang memang
lain dari yang lain
·
o tapi
Sang Kuriang manusiaDan kepada manusia aku tetap yakin:ada Dewata dalam dirinya
Dan
selama ada Dewata di dalam din manusia kewajiban kita bukan menundukan
membmasakan tapi menyalakan api keDewataan yang bersemayam di tubuh lawan Semoga
api pembakar hutan menjadi api kedewataan yang bersinar terang-benderang dalam
tubuh Sang Kunang !
25 ARDALEPA : Bagaimana
kawan. kita sekarang membakar hutan ?
26. BERSAMA : Asal terang
ada anak memang ibu
·
semua manusia adalah satuOrang lain masih kita juga.Karena itu, marilah
kita ajak Sang Kuriang bermain bersama kita dengan api di tangan kita Inilah
panggilan kita di dalam hidup bersama
Tidak ada komentar:
Posting Komentar