PEMATANG SALAM: KEINDAHAN DIBALIK KESEDERHANAAN
Bagi sebagian orang yang sedang
merantau di daerah orang lain pasti pernah merindukan keluarga tercinta yang
ditinggalkan. Tidak hanya itu tanpa disadari terkadang bukan hanya keluarga
yang dirindukan tapi juga kampung halaman yang menyimpan cerita di masa kecil. Begitu
pula yang ku rasakan saat ini, bahagia karena bisa kembali menginjakan kaki di
tempat yang menjadi tempat bersejarah dalam hidup.
Pematang Salam, nama
yang unik bagi sebagian orang yang mendengarnya, tapi itulah nama kampung tempat
kelahiranku. Kampung ini berada di tengah-tengah persawahan yaitu di Desa
Mekarjaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang. Nama “Pematang” artinya jalan pembatas sawah, sedangkan
“salam” berarti pohon salam, hal ini karena dahulu kampungku adalah pesawahan
luas yang ditumbuhi pohon salam, sehingga jadilah Kampung Pematang Salam.
Untuk bisa sampai ke tempat tinggalku, aku biasa menaiki
mobil Mikro atau yang biasa disebut PS. Tarifnya berkisar antara Rp. 20.000,- sampai
Rp. 30.000,- tergantung dari kondekturnya. Hal ini sering membuatku kesal karena
tarif yang ditawarkan oleh setiap kondektur berbeda-beda bahkan bisa lebih
mahal, padahal statusku sebagai mahasiswa yang memiliki banyak pengeluaran. Waktu
yang ditempuh pun relatif, tergantung dari kecepatan PS itu sendiri kira-kira
2-3 jam perjalanan dari Terminal Pakupatan Serang sampai Pasar Panimbang. Terkadang,
perjalanan panjang tersebut melelahkan, tapi ketika memasuki wilayah Pandeglang,
mata akan di suguhi pemandangan alam yang menakjubkan tak kalah dengan
pemandangan alam yang berada di bandung. Hal ini karena Pandeglang masih berupa
wilayah dataran tinggi yang masih hijau, sehingga jangan heran jika sepanjang
jalan masih terdapat hutan-hutan atau perkebunan yang sejuk dan indah. Jalan yang
dilewati pun tidak semuanya rata, terdapat beberapa belokan tajam dan tanjakan
yang lumayan tinggi. Saat memasuki wilayah kecamatan panimbang, pemandangan
berganti menjadi dataran rumput yang luas Karena kampungku terpencil, maka aku harus
turun di pasar panimbang dan melanjutkan dengan menggunakan Ojek sekitar 30
menit dengan tarif Rp. 10.000